Hari Minggu kemarin gw, abang bayu, dd, mbak unik pergi ke PIM buat nonton Wall-e yang udah direncanain dari 2 minggu sebelumnya. I was really curious about this movie since i read its review that said it was the best pixar’s movie so far! OMYGA! I love Pixar so i couldn’t wait to watch Wall-e.
Ceritanya tentang robot kotak yang sangat lusuh dan bertugas membersihkan bumi sejak tahun 2000 sekian karena pada tahun tersebut disadari kalau sampah sangat-sangat (gw mulai terbiasa menyebut kata “sangat” lebih dari sekali karena terinspirasi dari seorang ibu-ibu marketing salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang properti dan tiap hari mempromosikan produk2nya di tv ditemani host yang bertugas ngompor2in-yup those two ladies in chic clothes) bertumpuk di mana-mana. Wall-e ini bertugas menjadikan sampah berbentuk kubus2 dan disusun secara rapih di suatu tempat. Sementara para Wall-e bertugas, manusia akan berwisata selama 5 tahun di dalam kapal luar angkasa yang akan sangat-sangat (i’ve told you…) memanjakan. Orang-orang ini bahkan tidak perlu berjalan, mereka cukup duduk di atas kursi empuk yang melayang-layang, dan para robot dengan berbagai macam tugasnya akan melayani dengan sangat baik.
What a perfect scenario, right? In fact, bumi gak bersih2, dan wall-e rusak semua kecuali 1, si wall-e pemeran utama! Hal ini berjalan sampai 700 tahun. Maka terciptalah kehidupan baru di dalam pesawat luar angkasa itu di mana orang-orangnya sangat-sangat (see??) gendut dan nyaris gak bisa jalan. Mereka juga gak ngerti kehidupan di bumi, di mana orang bisa bergerak bebas, ada tanaman, ada festival2, dll.
Itu tadi kehidupan di dalam pesawat luar angkasa, gimana dengan di bumi?? Wall-e setiap hari tetep ngerjain smua tugasnya tapi sampah gak ada habisnya sampe tiba2 datang robot putih, cantik (anggap aja cantik..), dan galak. Si robot yang namanya eve ini jadi temennya Wall-e. Ternyata eve ditugasin sama kapal luar angkasa tadi untuk menemukan tanaman di bumi sebagai indikasi bumi telah kembali hijau dan siap untuk ditinggali. Ketika eve balik ke pesawat luar angkasa, wall-e ngejer dan akhirnya mereka berdua memperjuangkan supaya orang-orang bisa kembali ke bumi dan membangun peradaban lagi di atas bumi dengan modal satu tanaman kecil.
Itu plot umumnya yang memang mau ngasih gambaran sedikit tentang akibat global warming. Gimana bumi bisa jadi sangat sempit oleh sampah dan generasi mendatang gak kenal yang namanya tanah, tanaman, dan terbiasa dengan segala sesuatu yg serba instan. Selain ngegambarin tentang global warming, film ini juga diperkuat oleh kisah persahabatan antara eve dan wall-e. In three words, funny, fresh, and simply touching.
After watching this movie, i couldn’t stop say “eeevvveeeee…. waaaaall eeeeeee….”
Adorably funny!
cheers,
ade