My (not so) Big Family

(Sambil ngeliat daftar undangan pernikahan sepupu gue keluarga dari papa)

Gue: Ma, kok ada Om Ekky diundang jg? Om Ekky kan sepupu jauh mama

Mama: Iya, biarin aja deh. Habis bingung mau ngundang siapa lagi

Gue: -____-’

Ibunya sepupu gue itu yang jg kakaknya bokap gue udah meninggal awal tahun ini dan ayahnya lagi sakit jadi urusan undangan pernikahan untuk keluarga besar (yang sebenernya gak besar sama sekali) diurus mama. Miris banget liat daftar yang dikumpulin mama dengan susah payah gak sampai 15 undangan. Dikit banget emang. Sampe-sampe sepupu jauh mama ikutan diundang. T.T

Sebenernya papa punya daftar sepupu yang lumayan banyak, tapi karena gak deket dan gak banyak yang di Jakarta jadi memangkas daftar undangan banyak banget. Ini juga berlaku buat daftar kunjungan lebaran. Lebaran di keluarga gue itu singkat, simpel, dan mudah. Hari H lebaran, semua kakak-adik papa dan adik-adik termasuk sepupu jauh mama di Jakarta semua dateng ke rumah gue. Jadi totalnya cuma ada 7 keluarga yang dateng ke rumah gue. Setelah itu? Setelah itu selesai! Gak ada kunjungan lebaran buat keluarga inti gue. Hari ke-2 lebaran udah kayak hari biasa lainnya, cuma bedanya menu sarapan sampe makan malamnya ketupat dan teman-temannya ditambah cemilan yang bertoples-toples.

Kadang gue suka iri sama temen-temen gue yang pulang kampung, pergi ke rumah sodara-sodaranya yang banyak, atau kumpul sama semua keluarga besar yang sampe gak kehitung. But, on a good side, I don’t have to deal with any traffic jam. I can stay at home all days. Pretty fun though:)

Cheers,
Ade

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.