a box of laugh, tears, and simple thought

inside me

dental care for kids (perawatan kesehatan gigi untuk anak) January 18, 2009

Filed under: Uncategorized — adeparamitha @ 10:33 pm

Tepat Jumat kemaren (16 Januari 2009) gw mengakhiri masa kerja gw di klinik gigi anak FKG UI. Banyak bgt ilmu yg gw dapet selama di klinik ini. Jadi sekarang gw mau bagi2 sedikit ilmu ttg menjaga kesehatan gigi anak.

Pertama-tama mungkin para orang tua muda (ataupun tua, oke berapapun usianya) bingung mesti mulai dari kapan ngenalin anak ke dokter gigi dan kapan anak mulai dijaga kesehatan giginya atau lebih luasnya kesehatan gigi dan mulut. Jadi, gigi baby itu pertama kali tumbuh sekitar usia 6 bulan yaitu gigi depan bawah (soal sakit panas karna gigi tumbuh, dll itu sangat tergantung dari anak), tp perawatan gigi dan mulut anak harus dilakukan jauh sebelum itu, atau lebih tepatnya mulai anak baru lahir. Setiap anak habis minum asi, bagian dalam mulut anak pelan2 dibersihkan pakai jari, setelah beberapa bulan, bisa mulai dibersihkan pakai kasa basah hangat. Yang dibersihin itu mulai mulut, langit2, pipi dalam, lidah, gusi, semuanya deh tp hati2 jadi kelolotan. Setelah gigi anak tumbuh jg harus semakin rajin dibersihin gigi dan mulut anak, walaupun anak sudah tertidur setelah minum asi. Justru pada saat tidur itu mulut anak harus benar-benar dalam keadaan bersih. Kalo bagian dalam mulut baby suka putih2, itu karna jamur yang tumbuh akibat gak bersihin mulut setelah baby minum asi.

Anak mulai dikenalkan dengan sikat gigi setelah gigi anak sudah cukup banyak, yaitu sudah tumbuh gigi atas dan bawah. Anak bisa mulai disikat giginya dengan air hangat. Sikat gigi bisa saat mandi pagi dan malam setelah anak minum asi atau susu. Jangan pernah membiarkan anak tertidur dalam keadaan susu yang masih menggenang di dalam mulut karena akan menyebabkan gigi anak berlubang terutama gigi atas depan atau yang biasa disebut “gigi grepes”.

Pemakaian pasta gigi baru dapat mulai dikenalkan kepada anak saat anak sudah bisa meludah. Anak harus menggunakan sikat gigi ukuran kecil khusus anak dengan bulu sikat yg lembut dan pasta gigi untuk anak-anak juga. Jangan membiasakan anak menelan pasta gigi, karena gak ada sama sekali hukumnya “boleh menelan pasta gigi walaupun sedikit”. Pasta gigi bukan untuk ditelan, kecuali kalo gak sengaja ketelen.

Truss, kapan mulai ngenalin anak ke dokter gigi? jawabannya sedini mungkin! boleh aja saat anak usia sekitar 6 bulan, anak sudah dibawa ke dokter gigi, tp kunjungan pertama ini lebih sifatnya konsultasi orang tua, yaitu orang tua berhak bertanya apapun yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut anaknya. Selain itu kunjungan ini juga untuk mengenalkan anak pada suasana ruang dokter gigi.

Anak mulai mendapat perawatan gigi saat anak sudah bisa meludah. Perawatan pertama yaitu pendidikan kesehatan gigi bagi anak dan orang tuanya, seperti cara menyikat gigi yang benar, ataupun juga memberikan penjelasan selengkapnya kepada orang tua mengenai keadaan gigi dan mulut anak dan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi di kedepannya, misalnya apabila anak ada kecenderungan memiliki gigi yang tidak rata, dll. Selanjutnya perawatan bisa berupa perawatan pencegahan berupa pemberian fluoride untuk memperkuat gigi dan mencegah gigi berlubang ataupun perawatan operatif bila dibutuhkan seperti penambalan atau pencabutan.

Anak-anak harus dibiasakan untuk tidak mengemut jari dan ngempeng hingga lebih dari usia 2 tahun karena dapat menyebabkan pertumbuhan gigi depan dan rahang atas yang terlalu maju (iya kayak bokir gitu..). Selain itu, anak jangan dibiasakan untuk bernafas melalui mulut karena dapat menyebabkan langit-langit tinggi hingga mulut anak terbuka sedikit saat keadaan istirahat (atau kata lainnya “gak bisa mingkem”). Anak-anak sering mengalami pilek dan menyebabkan kelenjar adenoid yang letaknya dibelakang hidung membengkak sebagai respon pertahanan tubuh, pembengkakan ini menyebabkan anak sulit bernafas melalui hidung karena tersumbat jadi anak terbiasa bernafas melalui mulut, bisa pilek terus-terusan dan bernafas melalui mulut menjadi kebiasaan, maka hal ini mesti dihentikan.

Gigi anak yang berlubang jangan dibiarin karena dapat berdampak ke gigi tetap yang ada di bawahnya, jadi harus cepat ditambal. Kalau untuk pencabutan gigi, harus benar-benar hati-hati. Orang tua harus yakin benar kalau gigi tersebut memang sudah tidak bisa dipertahanin, kalau masih bisa dirawat, lebih baik dirawat. Selain itu, perlu dipastikan kalau gigi tetap yang akan mengganti sudah akan tumbuh (bila gigi pengganti masih lama tumbuhnya, maka perlu ditanyakan cara menjaga agar gigi2 yang lainnya tidak bergeser) dan perlu dipastikan juga kalau bukan gigi tetap yang dicabut.

Ada satu hal lagi yg perlu gw sampein, tolong… toloooong bgt jangan takut-takutin anak dengan jarum suntik atau dokter, jangan pernah bilang “kalo kamu nakal nanti disuntik sm dokter loh!”, sama kayak jgn takut2in anak2 sm polisi dg bilang “jangan bandel nanti ditangkep pak polisi!” Oh my God! Atas nama para (calon) dokter dan polisi mohon fitnah ini jangan diteruskan. Sepanjang pengalaman gw menyuntik anak dan melihat anak disuntik, rasa suntikan itu gak sakit, sakit saat tusukan awaaaal bgt memang ada tp gak seberapa, lebih sakit jatoh dari sepeda, kepentok, jerawat pecah, dicubit pacar (loh kok???).

Intinya, orang tua itu harus dan berhak tau keadaan gigi dan mulut anaknya. Jadi kalau ada ketidaknormalan bisa langsung diketahui dan ditanggulangi kalo memungkinkan. Orang tua perlu tau mulai kapan gigi anak tumbuh, saat usia berapa gigi yang mana tumbuh, saat usia berapa gigi yang mana tanggal, hingga saat usia berapa gigi tetap anak tumbuh.

Smoga bisa bermanfaat:)

cheers,

ade