Kejadian ini terjadi waktu beberapa minggu yang lalu, atau sekitar 1 minggu setelah suatu hari-yang-mana-gak-mau-gw-inget-lagi-tapi-selalu-keinget-untungnya-udah-gak-terlalu-dipikirin. Oke, situasinya adalah di dalam mobil, jam 7 pagi, di lapangan parkir kampus tercinta. Gw baru sampe di kampus, asisten transportasi udah kongkow2 di pos satpam, dan gw masih dalam keadaan gundah-gulana. Entah gimana cerita awal mulanya, yang gw inget, gw nangis sejadi-jadinya, sekeras-kerasnya, sepuas-puasnya (yeah, i know it’s kinda creepy but helloooooow?? i was brokenhearted!). So, when i’d cried out loud dengan sepenuh jiwa raga, telp gw bunyi (what??!!). My patient called me..
Pasien (P): halo, dokter?
Ade (A): iya, ada apa xxx (gw ganti nama pasien gw untuk melindungi identitas diri dia)? -mengatur nafas baik2-
P: Nanti siang saya ke sana ya dok?
A: iya (mengontrol suara lebih stabil…)
P: Ini dok, gigi belakang saya sakit, kemaren tiba2 patah, kenapa ya dok?
A: -diem-
A: -diem-
A: kok bisa yah? ya udah nanti gw liat dulu
-jawaban bodoh, gw yakin ekspektasi pasien gw lebih dari itu, but hey?? as i said, i was brokenhearted and i had just cried everything out loud! how could i think about a broken tooth when my heart was broken as well??!!!-
Seandainya gw juga bisa kayak pasien gw, pagi-pagi nelpon seorang dokter…
Ade (A): Halo dok?
Dokter (D): iya, ada apa?
A: saya baru patah hati dok, kira2 kenapa yah?
D: ????
A: truss gimana dok? bisa ditanam pasak aja agar lebih kuat menahan problems load?
D: ????
A: truss dipasang jacket untuk mengembalikan fungsi dan estetis
D: tut tut tut tut…….
A: ???? aaaaaaaarrrgghhh!!!
Siangnya gw harus menghadapi pasien gw itu dan sebagai seorang (calon) dokter, gw gak mungkin menunjukkan emosi di depan pasien gw. Gw dituntut harus selalu tenang dan stabil. Aneh kan kalo kita masuk ke ruang dokter, truss dokternya curhat dan nangis-nangis, “kamu, tau semua laki-laki itu berengsek! berani-beraninya niggalin saya gitu aja! saya capek hidup seperti ini, saya mau ke surghaaa.. aaaah!!” dan mungkin kalo boleh ngambil quote dari dei a.k.a ardiani luki pratiwi, gw akan bilang “santai kayak di pantai dok!” atau quote dari oncinnya nisa, “asik kayak di tasik dok!”, atau quote salah satu merk minuman kesehatan terkenal yang selalu memasang miss tercantik seluruh dunia, “healthy inside, fresh outside” (oke, gw tau semakin gak ada hubungannya…). Back to the topic, lalu gw melatih kemampuan akting gw, gw harus membuat pasien gw ngira kalo gw menempatkan masalah dia jadi masalah terpenting yang gw hadapin, we have to give our best for each patient. Even i kept asking WHY inside but my hands was still doing their job nicely:) Thank to the mask that covers 2/3 of my face!
cheers,
ade